Unjuk rasa jajaran bupati dan wali kota se-Jateng untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer kategori 2 (K2) yang tidak lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 lalu, diagendakan pasca-Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Hal itu ditegaskan Bupati Boyolali, Seno Samodro, ketika ditemui wartawan di kantornya, Kamis (3/4/2014). Bupati menjelaskan, melalui unjuk rasa tersebut, semua kepala daerah di Jateng akan meminta pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB), mengangkat seluruh tenaga honorer K2 tersebut tanpa melalui proses seleksi atau tes. “Kami [bupati dan walikota se-Jateng] sudah sepakat dan merencanakan membuat surat yang intinya K2 itu harus diangkat. Perkara dilaksanakan dua tahap, sepuluh tahap, mangga saja,” ujar Bupati.
Hot News
Thursday, 3 April 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pasang Link Gratis
Link tidak menyinggung SARA (Suku, Adat istiadat, Ras dan Agama), Pornografi, Pornoaksi, Iklan (PPC, PTC, Adsense, Dll). Link pelanggar aturan langsung di Remove/Hapus...!?!
